• Sel. Apr 21st, 2026

Dua mempelai jembatani selat Sunda, menjalin antar keluarga besar

Byadmin

Apr 21, 2026

Belitung -Dua adat yang berbeda
Bersatu di pulau kecil,yakni pulau Belitung.
Kedua mempelai ini menyatukan antara keluarga besar Rangkuti yang berasal dari Tapanuli Sumatera Utara dan keluarga besar dari suku Sunda pulau Jawa.
Kedua mempelai telah ditabalkan gelarnya oleh ketua adat Tapanuli Belitung-(Riswan tanjung).
Yang memangku ketua adat saat ini di lilangan.
Habib Rangkuti Gelar
Atau mempelai priadi berivgelar Baginda Parluhutan Rangkuti
Dengan Artinya(menyatukan segala koum koum,
Harapannya agar kedua mempelai bisa Menyatukan mutikultural budaya menjadi satu dimensi antara dua benua.yang di pisahkan selat Sunda,untuk menjalin keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dari kedua keluarga mempelai.
Sedangkan FITRI atau mempelai wanita,diberi gelar sebagai-(Nanjauh Halomoan Siregar)

Yang artinya dapat kesayangan dari jauh dan ketemu di perantauan yang jauh pula.
Pulau Belitung hari ini
Belitung timur Minggu tgl 19/4/2026. tepatnya di dusun lilangan jalan baru,kecamatan gantung,Beltim.mencatat sejarah-(tambao)- yang cukup unik.
Acara tersebut mendapat apresiasi dan di sambut meriah oleh warga setempat.
Riswan tanjung yang di angkat sebagai ketua adat(raja adat Tapanuli selatan di lilangan) menyampaikan-
“Saya ucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada warga setempat yang mendukung dan mengapresiasi sepenuhnya dalam kelangsungan acara ini.saya juga menyampaikan rasa kebanggaan saya kepada masyarakat Belitung yang selalu welcome kepada adat istiadat antar suku, agama, budaya dan kearifan lokal yang ber aneka ragam yang selalu di jadikan priorietas oleh orang-orang asli Belitung,rasa nasionalisme yang besar tertanam di pulau kecil ini,saling hormat menghormati antar agama dan budaya menjadi filar utama selalu ditanamkan masyarakat Belitung.
Salah satunya kami yang mendapatkan apresiasi sangat besar oleh masyarakat setempat.yangmana telah mendukung berlangsungnya acara adat Batak Mandailing yang kami gelar saat ini.
Ucap Riswan tanjung.
Acara ini juga di lengkapi tarian

tor-tor dan Onang Onang untuk menyambut kedatangan mempelai wanita.
Di sajikan juga tarian-tarian dan lagu lagu adat,salahsatunya lagu endeng-endeng yang mengisi kelangsungan acara tersebut,
Serta acara penyerahan PANGUPA dari anak Boru.salah satu inti dari acara pesta pernikahan orang Batak Tapanuli selatan.


Riswan menambahkan,
“Untuk tortor yang kita gelar saat ini disebut sebagai tortor mangalo-alo panganten-(Mora)ya itu menyambut kedatangan pasangan kedua mempelai.
Ada upah upah yang di sajikan anak Boru dari tuan rumah-berupa
seekor kambing yang sudah di pilih bagian bagian vitalnya, ini anggap sebagai lambang kewajipan perilaku untuk dijalankan dalam hidup sehari hari oleh kedua mempelai,
“Hidangan ini kita sajikan untuk kedua mempelai sebagai dasar untuk menyampaikan nasehat-nasehat dari keluarga maupun kerabat dekat.
dengan harapan agar kedua mempelai kuat dan bisa menghadapi segala persoalan hidup dalam rumahtangga, menjalankan ibadah,menjunjung adat dan jiwa sosial yg kuat,

“Harapan kami kedepan semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh untuk generasi orang Batak Tapanuli selatan yang ada di belitung.dan meneruskan budaya budaya leluhur kita sebagai orang Tapanuli,

Untuk acara acara berikutnya akan kita upayakan lebih lengkap dan lebih meriah lagi,
masih banyak upacara adat Tapanuli yang belum dapat kami tampilkan dalam acara ini.
tutup Riswan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *