Kabardemokrasinewscom//BOGOR, (22‑10‑2026) – RSUD Bhakti Pajajaran Kabupaten Bogor kini menghadirkan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), sebuah prosedur pencitraan medis guna melihat kondisi pembuluh darah secara detail. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mendukung diagnosis serta penanganan berbagai gangguan pembuluh darah, terutama pada pasien stroke.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD Bhakti Pajajaran, Dr. Harris Murdianto, Sp.N, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi medis serius yang terbagi menjadi dua jenis utama: stroke iskemik akibat penyumbatan pembuluh darah dan stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Ia menekankan kecepatan penanganan sebagai faktor krusial untuk menyelamatkan jaringan otak dan mengurangi risiko kecacatan.
“Pada kasus stroke, kita berpacu dengan waktu. Semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit, semakin cepat pula pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan. Harapannya, peluang pemulihan pasien menjadi lebih baik,” ujar Dr. Harris di ruang kerjanya, Kamis (22/10/26).
Lebih lanjut ia menerangkan, bagi pasien stroke akibat sumbatan yang memenuhi kriteria, tersedia terapi trombolisis yaitu pemberian obat pelarut bekuan darah yang umumnya dapat dipertimbangkan hingga 4,5 jam sejak gejala muncul. Sementara bila terdapat sumbatan pada pembuluh darah besar, dokter juga dapat mempertimbangkan tindakan trombektomi mekanis menggunakan kateter untuk mengambil bekuan darah, disesuaikan dengan kondisi pasien.
DSA sendiri adalah prosedur pencitraan pembuluh darah memakai kateter, zat kontras, dan sinar‑X guna melihat jalur pembuluh darah, menemukan lokasi kelainan, serta menilai tingkat penyempitan atau penyumbatan secara lebih terperinci. Sebelum DSA, pasien biasanya menjalani pemeriksaan awal seperti CT scan atau MRI sesuai indikasi medis.
“Kalau CT scan dan MRI membantu kita melihat kondisi otak, DSA lebih spesifik untuk melihat pembuluh darahnya. Dari pemeriksaan ini, kita bisa mengetahui lokasi kelainan dan menilai tingkat penyempitan atau sumbatan pembuluh darah secara lebih detail,” terang Dr. Harris.
Dengan adanya layanan DSA ini, RSUD Bhakti Pajajaran berharap dapat meningkatkan kemampuan pelayanan darurat stroke bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
